1Eb32
pengantar bisnis # (S. Tiwi Anggraeni)
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Seorang wirausahawan
(entrepreneur) adalah seseorang yang menciptakan
bisnis baru dengan
mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai
keuntungan dan
pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang
signifikan dan
menggabungkan sumber-sumber daya yang diperlukan sehingga
sumber-sumber daya itu
bisa dikapitalisasikan (Zimmerer, 2008). Dunia usaha dan dunia industri saat ini
sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Terbukti dengan banyaknya para
perusahaan baik mikro maupun makro dengan dengan beragam usaha mereka yang
menarik dan sudah
pasti menghasilkan
laba untuk meningkatkan tarif hidup pengusaha dan karyawan
diperusahaan tersebut.Maraknya
usaha kecil disaat sekarang ini juga sangat menguntungkan bagi
masyarakat, dengan
demikian lapangan pekerjaan akan semakin meningkat. Belakangan ini banyak
sekali bermunculan usaha-usaha baru, dengan beragam usaha mereka yang menarik,
dan sudah pasti akan menghasilkan laba untuk meningkatkan taraf hidup para
pengusaha dan karyawan tersebut. Dapat dilihat dari usaha yang didirikan
seperti usaha makanan, minuman, laundry, taman bermain, dan lain-lain
sebagainya. Munculnya usaha baru tidak terlepas dari semakin meningkatnya
pendapatan masyarakat dan gaya hidup yang berubah. Namun hal di atas tidak
relevan dengan tingkat pengangguran di Indonesia.
BAB II
ISI
Bapak Amri sapaan
untuk seorang pemilik usaha toko sembako yang ada dilingkungan RT saya. Ia
mempunyai sebuah keluarga dengan 4 orang anak. 3 anak Bpk. Amri sekarang berada
dibangku kuliah, dan anak bungsu anak pak amri masih duduk dibangku sekolah
menengah pertama. Tidak terbayangkan bukan, bagaimana seorang penjual sembako
bisa menyekolahkan ke4 anaknya sampai ke perguruan tinggi?.
Bapak Amri pernah
mengatakan pada saya,”Walaupun saya hanya penjual sembako tapi saya ingin anak
saya bisa sekolah tinggi dan nasibnya tidak seperti orang tuanya sekarang”.
Dengan mempunyai tekad yang kuat untuk menyekolahkan semua anak-anaknya sampai
perguruan tinggi.
Toko sembako yang
dimiliki pak amri bukanlah toko satu-satunya yang ada dilingkungan rumah
saya.tetapi masih banyak lagi toko sembako selain yang dimiliki pak amri. Tapi
usaha beliau ini mempunyai perbedaan dari toko sembako lainnya. Barang
yang dijual oleh pak amri bukan hanya seperti kebanyakan toko-toko lainnya.
Ditoko pak terdapat aneka macam barang yang dijual seperti sayur mayor,
pulsa/voucher serta accessories hp. Toko pak amri bisa dikatakan toko yang
serba ada walaupun toko yang ia punya tidak begitu besar seperti kebanyakan
usaha lainnya
2.1 Peluang Usaha Baru
Bagi seorang yang
pesimis, lingkungan yang ada hanyalah sesuatu yang tidak bergerak dan tidak
berubah dari waktu ke waktu. Sedangkan wirausaha yang optimis mampu melihat
lingkungan yang statis sebagai sesuatu yang bergolak dan senantiasa berubah
sebagai suatu trend masyarakat yang tidak terduga.Usaha yang dijalani oleh
Bapak Amri ini bukan merupakan peluang usaha baru bahkan bisa dibilang usaha
ini sudah menjamur, Begitu juga dilingkungan RT saya. Dilingkungan RT saya
bukan hanya pak amri yang berjualan sembako tetapi masih banyak lagi. Hanya
yang membedakan ditoko beliau itu adalah variasi dari barang-barang yang dijual
2.2 Pembiayaan
Dalam hasil wawancara
yang saya lakukan dengan bapak amri untuk modal kerja awal, untuk membuka
sebuah toko sembako bekisar antara 20-25 juta. Itu merupakan modal yang ia
gunakan saat pertama kali. Pada awal mula beliau membuka usaha tersebut beliau
menggunakan modal kerja sendiri. Belum sama sekali menggunakan modal asing/
meminjam uang pada pihak bank.
Sebelum memulai usaha
sembako dahulunya bapak amri pernah berjualan baju dan sepatu dipasar cileungsi
dan ia memiliki 2 toko. Tetapi mengingat semua anak-anaknya membutuhkan biaya
yang untuk keperluan sekolah dan karena penjualan yang tidak begitu berkembang
dipasar tersebut kemudian beliau pun beralih pada usaha yang lain.
Dalam usaha ini beliau
tidak memiliki sumber daya manusia. Semua pekerjaan dikerjakan bersama dengan
sang istri dan anak-anaknya. Mereka semua saling bergotong royong untuk mencari
sesuap nasi dan untuk membiayai pendidikan mereka.
2.3 Pemasaran
Mengingat usaha ini bukanlah
usaha yang menciptakan dan menghasilkan produk maka tidak perlu melakukan
tekhnik pemasaran. Karena barang-barang pokok adalah barang yang sehari- hari
digunakan oleh konsumen otomatis ketika konsumen membutuhkan sembako pasti akan
membeli kebutuhan yang mereka perlukan ditoko. Mungkin hal yang harus
diperhatikan dalam pemasaran ini adalah bagaimana bersikap ramah kepada para
pembeli. Itu adalah kunci menarik pembeli agar berbelanja secara terus-menerus
ditoko tersebut.
2.4 Kepemilikan
Tempat usaha yang
digunakan sekarang untuk usaha oleh bapak amri bukan milik pribadi melainkan
sewa.
2.5 Evaluasi Usaha
Hasil dari usaha yang
saya jalani Alhamdulillah lebih dari cukup(pak amri), hanya satu yang perlu
diperhatikan yaitu dari kelengkapan barang. Karena apabila barang yang ditanya
konsumen tidak ada ditoko beliau, konsumen pun akan jera dan akan berpindah ke
toko yang lain.
2.6 Pengembangan Usaha
Peningkatan kuantitas
dan kualitas merupakan hal yang sama pentingnya dengan aspek-aspek yang telah disinggung
diatas karena dengan peningkatan kuantitas dan kualitas yang baik akan
mendatangkan lebih banyak konsumen. Dalam usaha ini yang bisa ditingkatkan
adalah dalam bentuk kualitas pelayanannya. Semakin bagus pelayanan , konsumen
pun akan semakin tertarik untuk berbelanja. Dan pak amri pun melakukan hal
tersebut. dengan ramah ia melayani para pembeli sehingga pelanggan pun tidak
jera untuk membeli barang dagangan beliau.
Dalam usaha yang telah
ditekuni oleh pak amri ini ia bisa membiaya pendidikan anak-anaknya sampai
bangku kuliah, namun kondisinya saat ini ia belum mempunyai tempat tinggal yang
tetap. “ tidak apa-apa sekarang saya belum mempunyai rumah,yang penting anak
saya semuanya sekolah karena pendidikan itu no 1” (pak amri).
ANALISIS
KEBERHASILAN
Terdapat 4 aspek yang
terdapat dalam analisis keberhasilan
3.1 Kebutuhan Pokok
Kebutuhan ini
merupakan kebutuhan yang penting bagi banyak orang berikut ini adalah kebutuhan
pokok yang juga sama penting bagi bpk amri.
C.
Papan : Papan adalah
kebutuhan manusia untuk membuat tempat
tinggal.namun saat ini karena
semua anak-anaknya masih ada di bangku sekolah bpk amri mengurungkan niatnya
untuk memiliki tempat tinggal sendiri.
D.
Kesehatan : Kesehatan adalah
keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara
sosial dan ekonomis.
E.
Pendidikan : pendidikan adalah
salah satu yang sangat amat penting didunia ini. Jadi tidak heran bahwa jaman
sekarang orang berlomba-lomba untuk memiliki pendidikan yang yang jauh lebih
baik dari orangtuanya
3.2 Hutang VS Kartu kredit
Untuk modal kerja awal
memang bpk amri tidak mempunyai masalah sedikitpun. Namun setelah beberapa
tahun usaha tersebut berjalan bapak amri pun mulai sedikit demi sedikit
kekurangan modal oleh sebab itu akhirnya ia memilih untuk mendapatkan modal
asing yang ia dapatkan dari bank. Kekurangan modal dikarenakan banyak biaya”
yang harus ia keluarkan. Tentunya biaya tersebut tidak sedikit bahkan bisa
dibilang sangat besar sehingga ia harus menggunakan modal asing.
3.2 Manfaat untuk
orang lain
Banyak sekali manfaat
yang bisa dirasakan contohnya seperti,dilingkungan saya memang sudah banyak
sekali tapi tidak ada yang selengkap toko pak amri. Pasar yang cukup jauh
menyulitkan masyarakat dilingkungan rumah saya untuk membeli kebutuhan
sehari-hari seperti sayur mayur tapi sejak toko pak amri ada dilingkungan masyarakat
kami semua kebutuhan bias dipenuhi dengan cepat tanpa perlu ke pasar.
3.3 Gaya Hidup
Gaya hidup bapak amri
dan keluarga jauh dari kata mewah. Bisa dibilang keluarga ini sangat sederhana
sekali
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Keinginann berwirausaha memang
sangat sulit untuk dijalankan oleh kebanyakan orang,khususnya para mahasiswa.
Akan tetapi memberikan ilmu pengetahuan mengenai wirausaha sangatlah penting
untuk diajarkan oleh para pendidik khususnya para dosen pengajar mata kuliah
tersebut. Disatu pihak ini menjadi sebuah tantangan bagaimana caranya untuk
menumbuhkan jiwa usaha terhadap orang banyak,namun dilain pihak ini menjadi
sebuah keharusan
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27949/4/Chapter%20I.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar