Senin, 29 Desember 2014

TULISAN 2. Home Industri : Ice Cream


Moza Nugra Tira (26214845)
1 EB 32
Pengantar Bisnis# (S Tiwi Anggraeni)

BAB I
PENDAHULUAN
Mahluk hidup membutuhkan makanan untuk dapat bertahan hidup. Oleh karena itu diperlukan adanya pengolahan makanan yang tepat. Pengolahan makanan adalah kumpulan metode danteknik yang digunakan untuk mengubah  bahan mentah menjadi makanan atau mengubah makanan menjadi bentuk lain untuk konsumsi oleh manusia atau hewan di rumah atau oleh industri pengolahan makanan. Proses pengolahan makanan biasanya dilakukan seminimal mungkin atau sesuai kebutuhan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalkan hilangnya kandungan gizi dalam makanan tersebut. Makalah ini akan membahas mengenai proses pengolahan makanan berupa ice cream, yang disertai dengan teknologi mekanisnya. Es krim merupakan makanan yang digemari oleh semuamasyarakat dari anak-anak hingga orang dewasa. Banyak fakta menyebutkan bahwa es krim merupakan salah satu makanan bernilai gizi tinggi. Nilai gizi es krim sangat tergantung padanilai gizi bahan bakunya. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan es krim adalah lemak susu, padatan susu tanpa lemak (skim), gula pasir, bahan penstabil, pengemulsi, dan pencita rasa.


BAB II
ISI
2.1 Pengertian Pengolahan Makanan
Pengertian mengolah atau memasak adalah menghantarkan panas ke dalam makanan atau prosespemanasan bahan makanan. Adapun fungsi dari pemanasan tersebut untuk meningkatkan rasa,mempermudah pencernaan, memperbaiki tekstur, meningkatkan penampilan dan mematikanbakteri. Perambatan panas dari sumber panas ke dalam bahan makanan melalui 3 cara yaitu:
Konduksi merupakan perambatan panas melalui benda perantara yang saling bersentuhan dengan bahanmakanan yang dimasak.
Contoh : Ketika kita memasak dengan griddle, teflon, merebus dengan panci, menggoreng dengan wajan.
Konveksi merupakan perambatan panas melalui benda perantara dimana panas dari benda perantaratersebut ikut berpindah.
Contoh : Membakar dalam oven
Radiasi merupakan perambatan panas melalui pancaran langsung dari sumber panas ke bahan makananyang dimasak, panas langsung kebagian dalam bahan makanan kemudian menyebar ke seluruhbagian makanan.
Contoh : Memasukkan makanan yang disimpan dalam oven ke dalam microwave, makanan akan lebihcepat panas pada bagian luar dan dalam.Proses pengolahan makanan biasanya dilakukan seminimal mungkin atau sesuai kebutuhan,untuk meminimalkan hilangnya kandungan gizi dalam makanan tersebut


2.2 Kandungan gizi pada Ice cream
Sample makanan yang kelompok kami ambil adalah ice cream.
Adapun bahan baku yang adapada ice cream adalah:
Bahan Baku Utama
Persentase
1 Lemak 10-15 %2 Padatan Susu non Lemak / Milk solid-non-fat (MSNF) 11-11,5%3 Gula 10-18%4 Pengemulsi dan Penstabil 0,2-0,4%5 Pewarna dan Perasa -6 Air dan Udara -Berikut adalah kandungan ice cream per 100 gr adalah:No Kandungan Gizi Ice Cream per 100 gr Satuan

2.3 Metode Pengolahan Ice Cream
Dibawah ini adalah teknik pengolahan ice cream pada skala industri:
Metodologi Pengolahan Ice CreamPenimbangan Bahan Pencampuran (mixing) Pasteurisasi Homogenisasi Pendinganan (cooling/chilling) Aging Pembekuan Pengisian Pengerasan Pengemasan

Penimbangan Bahan
Dalam pembuatan es krim skala industry sisem produksi yang digunakan adalah system batch.Penimbangan bahan dilakukan secara manual sesuai dengan jenis es krim yang akan diproduksisemisal vanilla 4x,material yang harus ditimbang berarti 4x resep/batch.untuk mempermudahpencampuran lemak dan coklat massa harus dilelehkan terlebih dahulu.
Pencampuran (mixing)
Setelah ditimbang bahan baku dicampur menjadi satu di dalam satu tangki pencampuran/mixingtank.Seluruh bahan baku ini dipanaskan dan dicampur dalam tangki pencampuran menjadi suatu campuran yang homogen,yang kemudian di pasteurisasi dan dihomogenesasi. Jadi proses pencampuran ini juga berfungsi untuk melakukan pre-heating sebelum mix dipasteurisasi. Proses pencampuran dilakukan pada suhu 60°C selama 15 menit. Penambahan bahan-bahan bubuk selama pencampuran dilakukan sedikit demi sedikit agar tercampur rata dan tidak menggumpal. Pada proses pencampuran ,untuk mencapai suhu 60°C,mix dipanaskan dengansystem sirkulasi ( close loop system ) di PHE. Perhitungan waktu 15 menit mulai dilakukan padasaat mix tepat mencapai suhu 60°C. Bahan-bahan lain seperti gula,skim milk powder,butter milk,coklat bubuk dan air dimasukan kecorong dan diteruskan ke tangkipencampuran melalui pompa hisap atau suction pump yang menggunakan air panas sebagaimedia pemanas.

Pasteurisasi
Mix yang sudah mencapai suhu 600,selama 15 menit dipasteurisasikan pada suhu 80-850 selama15 detik (holding). Proses pasteurisasi dilakukan dengan menggunakan PHE.
Pasteurisasi ditujukan untuk membunuh bakteri pathogen (bakteri yang merugikan) yangmungkin terdapat pada mix.setelah pasteurisasi dilanjutkan pada proses homogenisasi.

Homogenisasi
Homogenisasi adalah proses pemecahan globula lemak menjadi bentuk yang lebih kecil sehinggadihasilkan produk yang homogen. Homogenisasi dilakukan dengan mengalirkan mix melaluicelah yang sangat kecil dengan tekanan (pressuer) yang sangat besar. Setelah melewati celahtersebut partikel-partikel lemak dan air darimix akan tampak homogen. Semakin tinggi kadarlemak,semakin rendah tekanan yang diperlukan.Untuk produk water ice,proses homogenisasidialakuakan tanpa pemberian tekanan (hanya dilewatkan) karena kandungan lemaknya tidak ada.
Pendinganan (cooling/chilling)
Proses pendinginan dilakukan pada temperature 4-
60 C dengan tujuan “heat shock” untuk
menghambat pertumbuhan mikroorganisme.Proses pendinginan dilakukan dengan mengalirkanmix dalam PHE yang dilalui air pendingin (chiler) bersuhu 3-40 C sebagai media pendingin.suhumix setelah pendingina (sebelum masuk tahap aging) diharapkan sekitar 4-60C tapi suhupendinginan actual yang terjadi bisa 9-100 C dan tidak pernah menyebabkan masalah.Prosepasteurisasi,homogenisasi,dan pendinginan dilakukan selam 1jam 10 menit.Mix yang sudahmengalami PHC dimasukan kedalam tangki aging untuk mengalami proses aging.


Aging
Didalam tangki aging dipertahankan suhu 4-60 C.Proses aging dilakukan dengan caramendiamkan mix aging selama 4-12 jam dengan tujuan mengoptimalkan kerja penstabil (adawaktu yang cukup bagi penstabil untuk mengikat air bebas) dan mempermudah pembekuan.

Pembekuan
 Setelah proses aging,mix dialirkan ke continuous freezer (CF) untuk dibekukan. Pada saat yangsama dialirkan udara kedalam mix yang terdapat dalam silinder continuous freezer terjadi proses pembekuan sebagian air dalam mix (40-45%)sehingga didapatkan soft ice cream dengantemperature -4 samapi -60 C.Jumlah udara yang ditambahkan pada saat pembekuan disebutoverrun.

Pengisian
Ada beberapa jenis mesin filling (pengisian):ROLLO,CUP,HOYER. Seluruh mesin pengisiantersebut menjalankan proses pengisian secara otomatis. Untuk beberapa produk perlupenambahan aksesoris lain pada saat pengisian, misalnya buah, kacang,topping,crinkle, dan lain-lain. Hal ini dilakukan dengan menggunakan mesin fruit feeder.

Pengerasan
Soft ice yang dihasilkan pada saat pembekuan tidak tahan terhadap kelumeran/ melting selamapengemasan bila tidak dikeraskan terlebih dahulu. Proses hardening bertujuan untuk membekukan es krim pada suhu -35°C sampai -40°C selama 30-45 menit.Tiga metode pengerasan yang digunakan saat ini : (1) pengerasan aliran udara (cold air steamhardening) dingin pada -35°C hingga 40°C, yang sangat baik dengan memandang bentuk dariobjek, tapi tidakefisien dari sudut pandang keteknikan karena panas yang dihasilkan dari fanberukuran besar diperlukan; (2) pengerasan pada plat (plate hardening) cocok khususny untuk kemasan datar berbentuk segi empat, dimana kemasan ditahan dalam kontak yang dekat denganplat logam yang didinginkan ; dan (3) kontak langsung dengan cairan terefrigersi yang mendidihseperti nitrogen cair. Prosedur terakhir ini secara thermal efisien tapi lebih mungkin membawapada kerusakan permukaanndan penyusutan dari produk. Hasil yang memuaskan telah dilporkandari waktu kontak yang relatif singkat dengan nitrogen cair diikuti dengan penyimpanan dingin(cold storage).Rata-rata ukuran kristal es agak meningkat selama hardening pada -30°C dan agak meningkatkembali selama 7 minggu awal penyimpanan pada -20°C, tapi kemudin ternyata menjadi stabil.Setelah pengerasan,, eskrim normalnya disimpan pada temperatur -17°C dan kemudian stabiltanpa perubahan-perubahan lebih lanjut dalam struktur untuk beberapa bulan. Untuk beberapaproduk dilakukan pengerasan langsung dengan menggunakan cold brine pada temperatur -35°C

BAB III
PENUTUP
Pengertian mengolah atau memasak adalah menghantarkan panas ke dalam makanan atau prosespemanasan bahan makanan. Adapun fungsi dari pemanasan tersebut untuk meningkatkan rasa,mempermudah pencernaan, memperbaiki tekstur, meningkatkan penampilan dan mematikanbakteri.



BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
 Astawan, Made. Kandungan Gizi Ice Cream. http://www.loveicecream.110mb.com/ Kandungan%20Gizi%20Es%20Krim.html
Belitz, H.D and Groosch, W.N. 1987. Food Science. Brisbane Australia: Australian Vice
Chancelor’s Committee.
 Winarno, F.G. 1997. Kimia Pangan dan Gizi.
Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar