1EB32
pengantar bisnis # (S. Tiwi Anggraeni)
BAB
I
PENDAHULUAN
Seiring
dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perekonomian mengakibatkan permasalahan di
bidang lingkungan bisnis. Disamping itu meningkatkan perokonomian masyarakat secara keseluruhan dan kesadaran masyarakat tentang ekonomi masing-masing. Jika dianalisa kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi dibidang perekonomian yang
telah dicapai dewasa ini, seharusnya semakin memberi kepuasan untuk hidup
berekonomi sehingga menghasilkan ketenangan
dan kebahagian yang lebih bayak kepada
individu dalam hidupnya. Harga kentang yang turun naik dari setiap
musim panen sering dialami oleh petani. Pengolahan hasil kentang menjadi
keripik kentang meningkatkan diversikasi produk kentang sehingga dapat
meningkatkan nilai jual dipasar. Keripik kentang salah satu produk pengolahan
kentang. Camilan ini rasanya enak, disukai banyak orang karena
kerenyahannya dan relatif tahan untuk disimpan. Untuk membuatnya bahan
yang diperlukan tidak terlalu mahal dan mudah didapat, karena kentang adalah
semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Di daerah tropis cocok ditanam di
dataran tinggi. Daerah yang cocok untuk budi daya kentang adalah dataran tinggi
atau pegunungan dengan ketinggian 1.000-1.300 meter di atas permukaan laut,
curah hujan 1.500 mm per tahun, suhu rata-rata harian 18-210 C,
serta kelembaban udara 80-90 persen.Prospek usaha di dalam pembuatan kripik kentang cukup
besar karena
ini adalah salah satu makanan cemilan yang banyak diminati oleh konsumen
sehingga peluang usahanya cukup besar. Dengan permintaan pasar yang cukup tinggi,
ketersediaan bahan baku yang melimpah serta cara pembuatan yang relatif mudah
menjadikan usaha keripik kentang ini layak dijadikan peluang usaha rumahan yang
berprospek cerah.
BAB II
ISI
2.1 Deskripsi Usaha
Usaha
ini saya dirikan karena melihat adanya sebuah peluang usaha yang sangat besar.
Selain itu keripik kentang ini sangat diminati oleh berbagai kalangan dari
mulai anak – anak sampai orang dewasa karena digunakan sebagai makanan cemilan.
Pengelolaan terhadap usaha ini sudah terbilang mudah dan cepat diterima
masyarakat.
1. Produk
Produk yang dihasilkan
berbentuk keripik yang memiliki ukuran seragam terbuat dari olahan kentang yang
diberi bumbu-bumbu serta berbagai macam penunjangnya.
Bahan – bahan pembuatan
keripik kentang pedas manis :
1) Kentang
2) Minyak goreng
3) Garam
4) Gula
5) Sambal ABC
Alat – alat :
1) Penggorengan (wajan)
2) Kompor atau tungku
3) Baskom
4) Pisau
5) Sendok
2. Tempat
Tempat produksi dilaksanakan di rumah Jl. TDM II Oebufu –
Kupang. Lokasi ini dipilih karena lokasinya dekat dengan sarana transportasi, area
pemasaran dan pasar sebagai tempat pembelian bahan baku.
3. Proses Produksi
Cara membuat keripik
kentang ini yaitu :
1. Kentang
dikupas terlebih dahulu lalu dicuci hingga bersih
2. Kentang
diiris dengan menggunakan slicer (pengiris kentang) lalu direndam dalam air
kapur sirih agar kentang keras dan hasilnya lebih renyah. Dapat ditambahkan
garam juga pada air rendaman agar lebih gurih.
3. Goreng
kentang hingga matang dan kering, lalu tiriskan. Minyak yang digunakan dalam
menggoreng harus merupakan minyak yang baru agar keripik kentang lebih renyah.
4. Tumis
sambal masak ABC sampai harum dengan dicampur sedikit garam dan bawang putih.
Lalu masukkan gula, masak hingga gula meleleh dan merata.
5. Masukkan
kentang, campurkan hingga merata dan angkat
6. Simpan
dalam wadah kedap udara.
2.2 Aspek Pemasaran
Kegiatan
pemasaran mempunyai peran sangat penting dalam kelancaran suatu usaha. Lancar
tidaknya usaha ini selain dilihat dari kualitas produk, juga tergantung dari
bagaimana cara kita sebagai produsen memasarkannya dengan strategi yang baik.
Dalam usaha ini kami melakukan dua cara pemasaran, yaitu pemasaran langsung dan
pemasaran tidak langsung.
Kegiatan
pemasaran langsung, yaitu memasarkan produk secara langsung kepada konsumen
tanpa perantara lain. Cara ini dilakukan pada usaha dengan kapasitas yang kecil
atau secara skala rumah tangga. Keuntungan memperoleh laba dalam menggunakan
jalur pemasaran ini lebih besar daripada pemasaran tidak langsung karena tidak
memberikan jasa kepada pengecer atau distributor.
Kegiatan
pemasaran tidak langsung, yaitu memasarkan produk melalui pengecer. Cara ini
dilakukan dengan dua strategi pemasaran, pertama memasarankan di tempat-tempat
yang stategis, seperti: di
tempat-tempat wisata. Kedua, memasarkan dengan cara menitipkan produk ke
tempat mini market.Harga di pasaran sebesar Rp 30.000 per 250 gram.
2.3. Strategi Pengembangan Usaha
Ada beberapa strategi untuk pengembangan
usaha yang akan dilaksanakan, yaitu:
a. Promosi yang menarik dan
berkesinambungan.
b. Menciptakan
keripik kentang dengan bentuk yang menarik tidak sekedar bulat, seperti bentuk
segitiga, persegi dll.
c. Menjual
di beberapa tempat yang ramai, seperti tempat wisata, wilayah kampus, wilayah
sekolah, dan supermarket.
2.4
Analisis
Swot
Kekuatan (Strength)
a.Harga Terjangkau
b.Kualitas Terjamin
c. Bahan baku yang mudah
didapat
d. Tidak menggunakan bahan
pengawet
e. Proses produksinya mudah
sehingga tidak mebutuhkan banyak waktu dan tenaga
Kelemahan (Weakness)
a. Rasa dan bentuk keripik
yang seragam
b. Management
tradisional
c. Sarana dan
prasarana sederhana
Peluang (Opportunity)
a. Pasar yang
masih luas
b. Bahan baku
yang mudah didapat
Ancaman (Threath)
a. Munculnya
variasi makanan jajanan
b. Munculnya
pesaing baru
c. Sumberdaya
manusia yang masih rendah pendidikan
2.5 Analisis Biaya
Rincian
biaya-biaya yang di keluarkan dalam pengolahan keripik kentang pedas manis
untuk 1 (satu) bulan adalah :
Minyak Goreng 15 ltr RP.195.000,00
Garam halus 10 bks @1.000 Rp.10.000,00
Gula 3 kg @14.000 Rp.50.000,00
Sambal ABC 15 botol@ Rp 30.000 Rp.450.000,00
Minyak tanah30 liter@Rp 1500/liter Rp.60.000,00
Jumlah biaya bahan baku Rp.915.000,00
Baskom 3 @ 10.000 Rp.30.000,00
Pisau 3 @ 10.000 Rp.30.000,00
Alat Pengiris Kentang 3@
500.000 Rp.1.500.000,00
Wajan 2
@150.000 Rp.300.000,00
Kompor 2 @ 300.000 Rp.600.000,00
Sutel (sendok penggoreng) 2 @ 25.000 Rp.50.000,00
Sendok Peniris Minyak 2@Rp
20.000 Rp. 40.000,00
Timbangan Rp.150.000,00
Jumlah biaya
peralatan
Rp.2.700.000,00
C. Biaya Penyusutan Peralatan
BPP = Jumlah Biaya Peralatan / Umur Ekonomis
= Rp.2.700.000
: 12 bulan
= Rp.225.000,00
(dalam 1 tahun)
Biaya penyusutan peralatan
perbulannya : Rp.225.000 : 12 = Rp.18.750
Biaya transportasi dan
pemasaran Rp.150.000,00
Biaya tenaga kerja 2 org @1.000.000
Rp.2.000.000,00
Jumlah pengeluaran per bulan Rp.2.150.000,00
I. Perhitungan Penerimaan
1. Produksi
Keripik kentang yang diproduksi adalah 200
bungkus dalam 1 (satu) bulan dengan berat keripik per bungkus ialah 250 gram.
Harga per unit produksi ialah Rp 30.000.
2. Penerimaan
Penerimaan = Produksi x Harga per
unit produksi
=
200 x Rp.30.000
=
Rp.6.000.000
II. Biaya
Produksi
Berikut
jumlah rincian biaya produksi keripik kentang untuk
menghasilkan 200bungkus:
Biaya
bahan baku Rp.915.000,00
Biaya peralatan Rp.2.700.000,00
Biaya gaji Rp.2.000.000,00
Biaya
transportasi dan pemasaran Rp.150.000,00
Biaya Penyusutan Peralatan per bulan Rp.18.750,00
Jumlah Rp. 4.868.750,00
III. Keuntungan
( Pendapatan )
Keuntungan = Penerimaan – Biaya
Produksi
= Rp
6.000.000 – Rp.4.868.750
= Rp.1.131.250,00
Dari hasil analisis biaya diatas maka
keuntungan yang didapatkan untuk memproduksi keripik kentang dlaam periode
produksi 1 bulan adalah Rp 1.131.250,00.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Keyakinan dan harapan saya
sebagai pengusaha keripik kentang adalah ingin usaha ini dapat berjalan dengan
baik sesuai dengan apa yang saya harapkan dan juga dapat memberikan keuntungan
bagi masyarakat luas. Selain itu juga saya berharap agar usaha saya ini
mendapatkan perhatian dari pemerintah agar setiap kendala yang dihadapi oleh
usaha ini dapat ditanggulangi sehingga kedepannya usaha ini dapat berkembang
menjadi lebih baik lagi dan dapat bersaing dengan inndustri – industri
terkemuka yang ada.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
http://wirausahakeripikkentang.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar