Sabtu, 03 Januari 2015

TULISAN 4 , Home Industri : Keripik Ketang Pedas Manis

moza nugra tira (26214845)
1EB32
pengantar bisnis # (S. Tiwi Anggraeni)


BAB I
PENDAHULUAN

Seiring  dengan kemajuan dan perkembangan ilmu  pengetahuan dan teknologi di bidang  perekonomian mengakibatkan permasalahan di bidang lingkungan bisnis. Disamping itu meningkatkan perokonomian  masyarakat secara keseluruhan dan kesadaran masyarakat tentang ekonomi masing-masing. Jika dianalisa  kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang  perekonomian yang telah dicapai dewasa ini, seharusnya semakin memberi kepuasan untuk hidup berekonomi sehingga menghasilkan  ketenangan dan kebahagian yang  lebih bayak   kepada individu dalam hidupnya. Harga kentang yang turun naik dari setiap  musim panen sering dialami oleh petani. Pengolahan hasil kentang menjadi keripik kentang meningkatkan diversikasi produk kentang sehingga dapat meningkatkan nilai jual dipasar. Keripik kentang salah satu produk pengolahan kentang. Camilan  ini rasanya enak, disukai banyak orang karena kerenyahannya  dan relatif tahan untuk disimpan. Untuk membuatnya bahan yang diperlukan tidak terlalu mahal dan mudah didapat, karena kentang adalah semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Di daerah tropis cocok ditanam di dataran tinggi. Daerah yang cocok untuk budi daya kentang adalah dataran tinggi atau pegunungan dengan ketinggian 1.000-1.300 meter di atas permukaan laut, curah hujan 1.500 mm per tahun, suhu rata-rata harian 18-21C, serta kelembaban udara 80-90 persen.Prospek usaha di dalam pembuatan kripik kentang cukup besar karena ini adalah salah satu makanan cemilan yang banyak diminati oleh konsumen sehingga peluang usahanya cukup besar. Dengan permintaan pasar yang cukup tinggi, ketersediaan bahan baku yang melimpah serta cara pembuatan yang relatif mudah menjadikan usaha keripik kentang ini layak dijadikan peluang usaha rumahan yang berprospek cerah.


BAB II
ISI


2.1 Deskripsi Usaha
     Usaha ini saya dirikan karena melihat adanya sebuah peluang usaha yang sangat besar. Selain itu keripik kentang ini sangat diminati oleh berbagai kalangan dari mulai anak – anak sampai orang dewasa karena digunakan sebagai makanan cemilan. Pengelolaan terhadap usaha ini sudah terbilang mudah dan cepat diterima masyarakat.
1.      Produk
Produk yang dihasilkan berbentuk keripik yang memiliki ukuran seragam terbuat dari olahan kentang yang diberi bumbu-bumbu serta berbagai macam penunjangnya.
Bahan – bahan pembuatan keripik kentang pedas manis :
1) Kentang
2) Minyak goreng
     3) Garam
     4) Gula
5) Sambal ABC
Alat – alat :
1) Penggorengan (wajan)
2) Kompor atau tungku
3) Baskom
4) Pisau
5) Sendok
2.      Tempat
Tempat produksi dilaksanakan di rumah Jl. TDM II Oebufu – Kupang. Lokasi ini dipilih karena lokasinya dekat dengan sarana transportasi, area pemasaran dan pasar sebagai tempat pembelian bahan baku.
3.      Proses Produksi
Cara membuat keripik kentang ini yaitu :
1.  Kentang dikupas terlebih dahulu lalu dicuci hingga bersih
2.  Kentang diiris dengan menggunakan slicer (pengiris kentang) lalu direndam dalam air kapur sirih agar kentang keras dan hasilnya lebih renyah. Dapat ditambahkan garam juga pada air rendaman agar lebih gurih.
3.  Goreng kentang hingga matang dan kering, lalu tiriskan. Minyak yang digunakan dalam menggoreng harus merupakan minyak yang baru agar keripik kentang lebih renyah.
4.  Tumis sambal masak ABC sampai harum dengan dicampur sedikit garam dan bawang putih. Lalu masukkan  gula, masak hingga gula meleleh dan merata.
5.  Masukkan kentang, campurkan hingga merata dan angkat
6.  Simpan dalam wadah kedap udara.
2.2 Aspek Pemasaran
      Kegiatan pemasaran mempunyai peran sangat penting dalam kelancaran suatu usaha. Lancar tidaknya usaha ini selain dilihat dari kualitas produk, juga tergantung dari bagaimana cara kita sebagai produsen memasarkannya dengan strategi yang baik. Dalam usaha ini kami melakukan dua cara pemasaran, yaitu pemasaran langsung dan pemasaran tidak langsung.
     Kegiatan pemasaran langsung, yaitu memasarkan produk secara langsung kepada konsumen tanpa perantara lain. Cara ini dilakukan pada usaha dengan kapasitas yang kecil atau secara skala rumah tangga. Keuntungan memperoleh laba dalam menggunakan jalur pemasaran ini lebih besar daripada pemasaran tidak langsung karena tidak memberikan jasa kepada pengecer atau distributor.
     Kegiatan pemasaran tidak langsung, yaitu memasarkan produk melalui pengecer. Cara ini dilakukan dengan dua strategi pemasaran, pertama memasarankan di tempat-tempat yang stategis, seperti: di tempat-tempat wisata. Kedua,  memasarkan dengan cara menitipkan produk ke tempat mini market.Harga di pasaran sebesar Rp 30.000 per 250 gram.
2.3. Strategi Pengembangan Usaha
Ada beberapa strategi untuk pengembangan usaha yang akan dilaksanakan, yaitu:
a.  Promosi yang menarik dan berkesinambungan.
b. Menciptakan keripik kentang dengan bentuk yang menarik tidak sekedar bulat, seperti bentuk segitiga, persegi dll.
c.  Menjual di beberapa tempat yang ramai, seperti tempat wisata, wilayah kampus, wilayah sekolah, dan supermarket.
2.4 Analisis Swot
Kekuatan (Strength)
a.Harga Terjangkau
b.Kualitas Terjamin
c. Bahan baku yang mudah didapat
d. Tidak menggunakan bahan pengawet
e. Proses produksinya mudah sehingga tidak mebutuhkan banyak waktu dan tenaga
Kelemahan (Weakness)
a. Rasa dan bentuk keripik yang seragam
b.  Management tradisional
c.  Sarana dan prasarana sederhana
Peluang (Opportunity)
a.  Pasar yang masih luas
b.  Bahan baku yang mudah didapat
Ancaman (Threath)
a.  Munculnya variasi makanan jajanan
b.  Munculnya pesaing baru
c.  Sumberdaya manusia yang masih rendah pendidikan
2.5 Analisis Biaya
Rincian biaya-biaya yang di keluarkan dalam pengolahan keripik kentang pedas manis untuk 1 (satu) bulan adalah :
Minyak Goreng 15 ltr                                      RP.195.000,00 
Garam halus 10 bks @1.000                           Rp.10.000,00
Gula 3 kg @14.000                                         Rp.50.000,00
Sambal ABC 15 botol@ Rp 30.000                Rp.450.000,00        
Minyak tanah30 liter@Rp 1500/liter              Rp.60.000,00
Jumlah biaya bahan baku                            Rp.915.000,00

Baskom 3 @ 10.000                                       Rp.30.000,00
Pisau 3 @ 10.000                                            Rp.30.000,00
Alat Pengiris Kentang 3@ 500.000                Rp.1.500.000,00
Wajan 2 @150.000                                         Rp.300.000,00
Kompor 2 @ 300.000                                     Rp.600.000,00
Sutel (sendok penggoreng) 2 @ 25.000         Rp.50.000,00
Sendok Peniris Minyak 2@Rp 20.000           Rp. 40.000,00
Timbangan                                                      Rp.150.000,00
Jumlah biaya peralatan                                Rp.2.700.000,00  

C. Biaya Penyusutan Peralatan
BPP     = Jumlah Biaya Peralatan / Umur Ekonomis
            =  Rp.2.700.000 : 12 bulan
            = Rp.225.000,00 (dalam 1 tahun)
Biaya penyusutan peralatan perbulannya : Rp.225.000 : 12 = Rp.18.750

D.  Biaya Pengeluaran per Bulan
Biaya transportasi dan pemasaran                  Rp.150.000,00
Biaya tenaga kerja 2 org @1.000.000            Rp.2.000.000,00 
                                  
Jumlah pengeluaran per bulan                  Rp.2.150.000,00

I. Perhitungan Penerimaan
1. Produksi
Keripik kentang yang diproduksi adalah 200 bungkus dalam 1 (satu) bulan dengan berat keripik per bungkus ialah 250 gram. Harga per unit produksi ialah Rp 30.000.
2. Penerimaan
Penerimaan  = Produksi x Harga per unit produksi
                    = 200 x Rp.30.000
                    = Rp.6.000.000
II. Biaya Produksi
Berikut jumlah rincian biaya produksi keripik kentang untuk menghasilkan 200bungkus:
Biaya bahan baku                                Rp.915.000,00
Biaya peralatan                                    Rp.2.700.000,00
Biaya gaji                                             Rp.2.000.000,00
Biaya transportasi dan pemasaran        Rp.150.000,00
Biaya Penyusutan Peralatan per bulan Rp.18.750,00
Jumlah                                                            Rp. 4.868.750,00
III.   Keuntungan ( Pendapatan )
Keuntungan  = Penerimaan – Biaya Produksi
                     =  Rp 6.000.000 – Rp.4.868.750
                     =  Rp.1.131.250,00
Dari hasil analisis biaya diatas maka keuntungan yang didapatkan untuk memproduksi keripik kentang dlaam periode produksi 1 bulan adalah Rp 1.131.250,00.



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Keyakinan dan harapan saya sebagai pengusaha keripik kentang adalah ingin usaha ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang saya harapkan dan juga dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat luas. Selain itu juga saya berharap agar usaha saya ini mendapatkan perhatian dari pemerintah agar setiap kendala yang dihadapi oleh usaha ini dapat ditanggulangi sehingga kedepannya usaha ini dapat berkembang menjadi lebih baik lagi dan dapat bersaing dengan inndustri – industri terkemuka yang ada.

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

http://wirausahakeripikkentang.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar