A. LANDASAN TEORI
1. Etika Sebagai Tinjauan
• Pengertian Etika
Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia.
Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai “the discipline which can act as the performance index or reference for our control system“. Etika disebut juga filsafat moral. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.
2. Kode Etik Profesi Akuntansi
• Kode Perilaku Profesional
Garis besar kode etik dan perilaku profesional adalah :
1) Kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia.
Prinsip mengenai kualitas hidup semua orang menegaskan kewajiban untuk melindungi hak asasi manusia termasuk ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.
2) Hindari menyakiti orang lain.
“Harm” berarti konsekuensi cedera, seperti hilangnya informasi yang tidak
diinginkan, kehilangan harta benda, kerusakan harta benda, atau dampak lingkungan yang tidak diinginkan
3) Bersikap jujur dan dapat dipercaya
Kejujuran merupakan komponen penting dari kepercayaan. Tanpa kepercayaan suatu organisasi tidak dapat berfungsi secara efektif.
4) Bersikap adil dan tidak mendiskriminasi nilai-nilai kesetaraan, toleransi, menghormati orang lain, dan prinsip-prinsip keadilan yang sama dalam mengatur perintah.
5) Hak milik yang temasuk hak cipta dan hak paten.
Pelanggaran hak cipta, hak paten, rahasia dagang dan syarat-syarat perjanjian lisensi dilarang oleh hukum di setiap keadaan.
6) Memberikan kredit yang pantas untuk properti intelektual.
Komputasi profesional diwajibkan untuk melindungi integritas dari kekayaan intelektual.
7) Menghormati privasi orang lain
Komputasi dan teknologi komunikasi memungkinkan pengumpulan dan pertukaran informasi pribadi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban.
8) Kepercayaan
Prinsip kejujuran meluas ke masalah kerahasiaan informasi setiap kali salah satu telah membuat janji eksplisit untuk menghormati kerahasiaan atau, secara implisit, saat informasi pribadi tidak secara langsung berkaitan dengan pelaksanaan tugas seseorang.
3. Etika Dalam Auditing
• Peranan etika dalam profesi audit
1) Audit membutuhkan pengabdian yang besar pada masyarakat dan komitmen moral yang tinggi.
2) Masyarakat menuntut untuk memperoleh jasa para auditor publik dengan standar kualitas yang tinggi, dan menuntut mereka untuk bersedia mengorbankan diri.
3) Itulah sebabnya profesi auditor menetapkan standar teknis dan standar etika yang harus dijadikan panduan oleh para auditor dalam melaksanakan audit
4) Standar etika diperlukan bagi profesi audit karena auditor memiliki posisi sebagai orang kepercayaan dan menghadapi kemungkinan benturan-benturan kepentingan.
5) Kode etik atau aturan etika profesi audit menyediakan panduan bagi para auditor profesional dalam mempertahankan diri dari godaan dan dalam mengambil keputusan-keputusan sulit.
B. KASUS PEMBAHASAN
Akuntan Publik Petrus Mitra Winata Dibekukan Sulistiono Kertawacana
Wed, 28 Mar 2007 03:35:32 -0800
Kasus pelanggaran Standar Profesional Akuntan Publik kembali muncul. Menteri Keuangan pun memberi sanksi pembekuan.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membekukan izin Akuntan Publik (AP) Drs. Petrus Mitra Winata dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Mitra Winata dan Rekan selama dua tahun, terhitung sejak 15 Maret 2007. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan Samsuar Said dalam siaran pers yang diterima Hukumonline, Selasa (27/3), menjelaskan sanksi pembekuan izin diberikan karena akuntan publik tersebut melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
Pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Petrus. Selain itu, Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya, PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004.
Selama izinnya dibekukan, Petrus dilarang memberikan jasa atestasi termasuk audit umum, review, audit kinerja dan audit khusus. Yang bersangkutan juga dilarang menjadi pemimpin rekan atau pemimpin cabang KAP, namun dia tetap bertanggungjawab atas jasa-jasa yang telah diberikan, serta wajib memenuhi ketentuan mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL). Pembekuan izin oleh Menkeu tersebut sesuai dengan Keputusan Menkeu Nomor 423/KMK.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menkeu Nomor 359/KMK.06/2003.
C. KESIMPULAN
Dalam kasus tersebut, sanksi pembekuan izin diberikan karena akuntan publik tersebut melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Berdasarkan etika profesi akuntansi, auditor tersebut telah melanggar prinsip keempat, yaitu prinsip objektivitas. Dimana setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
Pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Drs. Petrus Mitra Winata. Selain itu, Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya, PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004.
D. DAFTAR PUSTAKA
http://hwira.blogspot.co.id/2015/01/tugas-makalah-pelanggaran-etika-profesi.html
http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol16423/akuntan-publik-petrus-mitra-winata-dibekukan
https://dokumen.tips/documents/contoh-kasus-etika-profesi-akuntan.html
Moza NT
Jumat, 19 Januari 2018
Kamis, 22 Juni 2017
SOFTSKILL T4
Moza Nugra Tira
3eb36
26214845
Adverb adalah kata yang berfungsi untuk menerangkan kata kerja (verb), kata sifat (adjective), dan adverb lainnya.
Fungsi Adverb
: adverb berfungsi sebagai penguat, menyampaikan penekanan lebih kuat atau
lebih kecil pada kalimat.
Contoh Adverb :
1.
Adverb of freequency :
untuk mengungkapkan seberapa sering kegiatan atau peristiwa dilakukan atau
terjadi.
· She seldom visit his grandmoter in the
village.
· He sometimes feels bored with his work.
· Tina always took the time to exercise.
· He hardly ever took the time to talk to his father.
· I usually wake up at 4 a.m
2.
Adverb of time : untuk
menyatakan waktu terjadinya suatu kegiatan atau peristiwa.
· Can you contact me
later, i’m busy now.
· Today,
I will go to Singapure.
· We have visit grandma’s
house two days ago.
· Atika recently arrived in Yogyakarta.
· She will have dinner at
the cafe near her home tomorrow.
3.
Adverb of place : untuk
menyatakan tempat dan arah terjadinya suatu kegiatan atau peristiwa.
· He will come here to watch the football macth
together.
· Lina’s office is just south of the Akmal office.
· Wina hiding under the table.
· She lives away from her parents.
· My house faces east.
4.
Adverb of manner : untuk
menyatakan cara suatu kegiatan dilakukan atau peristiwa terjadi.
· The requirement to join
the program is can speak English fluently.
· The horse runs quickly.
· My computer shut down automatically.
· She was very beautifully when she came to the party.
· The rain came suddenly with the bush.
Adjective adalah kata yang
digunakan untuk menerangkan noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti beda,
misalnya : person, animal, place).
Fungsi Adjective
: Adjective berfungsi sebagai penjelas noun, dan untuk membatasi noun.
Contoh Adjective
:
1.
1 adjective : kata
benda yang digunakan hanya satu kata dalam kalimat.
· She is a dillegent.
· The garden was very pretty.
· I am tired.
· Desi have little money.
· Izra doesn’t like bread.
2.
2 adjecive : kata benda
yang digunakan hanya dua kata dalam kalimat.
· She is a dilligent and interesting girl.
· Today I’m tired and do no want to be disturbed.
· The garden was very beautiful and comfortabel.
· He didn’t like bread and softdrink.
· Tonight is very quite and dark.
3.
3 adjective : kata
benda yang digunakan tiga atau lebih kata dalam kalimat.
· She is beautiful and has long black hair.
· My sister is not only beautiful and smart, but also tall.
· Sarah has three
children. They are so kind, friendly, and cheap smile.
· I like the woman, she
is pretty, smart, and loves her
parent.
· Kila good at singing, but not good at cooking and cleaning house.
Minggu, 21 Mei 2017
SOFTSKILL T3
Moza Nugra Tira
3eb36
26214845
Coffee May Help You Live Longer
Today we have more good news for all our coffee drinkers around the world.
Another new study finds that drinking coffee can help you live longer. Wow!!!
Researchers at the Harvard School of Public Health recently discovered that
drinking between three and five cups of coffee a day may prevent certain
illnesses. They found that coffee can protect against heart disease, brain
diseases, type 2 diabetes and suicide.
Walter Willett is a nutrition researcher at Harvard and co-author of the
study. Willet says the findings extend to both caffeinated and decaffeinated
coffee – or decaf, as Americans often call it.
So, the health benefits come not just from the caffeine in coffee, but from
the compounds in the beans.
Study methods
The large study of about 200,000 subjects included data from three ongoing
studies. Subjects in the study had to answer questions about their coffee
drinking habits every four years over a 30-year period.
Researchers found that moderate coffee drinking was linked with a reduced
risk of death from many diseases. These diseases include
cardiovascular disease, diabetes, neurological diseases such as Parkinson’s,
and suicide.
However, the researchers found no link between coffee drinking and cancer.
Researchers also considered other habits such as smoking, obesity, and how
active the subjects were. They also looked at what kinds of food the subjects
ate, as well as how much alcohol — and what type of alcohol — they drank.
They published their findings in the journal Circulation.
All things in moderation
This Harvard research adds to a growing body of evidence. This body of
evidence finds drinking a moderate of coffee may have many health benefits, including
a longer life. This is according to one of the researchers involved in the
study.
Frank Hu is senior author of the study. He is also a professor of nutrition
and epidemiology. He studies how food affects illness.
Hu adds that data from the study support the 2015 Dietary Guidelines
Advisory Report. This report found that drinking a moderate amount of coffee
can be part of a healthy diet.
But how much and when you drink coffee is important.
You may remember another study we reported on recently. That study said
drinking coffee too late in the evening can disrupt your sleep.
Questions
Not everyone feels the recent Harvard study confirms anything.
The news organization NPR spoke with one expert who warns that not everyone
reacts to coffee the same way. Andrew Maynard of Arizona State University told
NPR that the health benefits documented in this new study are “small.”
Maynard says the study does not prove cause and effect between drinking
coffee and living longer. He says the study points to an association, or
link, between drinking coffee and living longer.
Even those involved in the research still have questions.
When NPR spoke with study co-author Walter Willett, he said he is not sure
how coffee is linked to certain health benefits.
Willett says the take-home message – in other words, the important thing to
learn – is that if you like coffee, do not feel guilty about drinking it in
moderation. If you don’t like coffee, don’t feel you have to start
drinking it to be healthy.
Conditional Type 1 : Peristiwanya
belum terjadi sehingga sangat mungkin terjadi apabila syaratnya terpenuhi.
Kalimat ini digunakan untuk membicarakan situasi yang belum terjadi di masa
sekarang dan akan terjadi di masa depan jika syaratnya terpenuhi.
1. Researchers at the Harvard School of
Public Health recently discovered that drinking between three and five cups of
coffee a day may prevent certain illnesses.
2. Researchers found that moderate
coffee drinking was linked with a reduced risk of death from many diseases.
Conditional Type 2 : Digunakan untuk menyatakan peristiwa yang tidak mungkin terjadi
karena syaratnya tidak mungkin terpenuhi. Kalimat ini digunakan untuk
membicarakan fakta yang bertolak belakang dengan masa sekarang.
1. However, the researchers found no
link between coffee drinking and cancer.
2. Maynard says the study does not prove
cause and effect between drinking coffee and living longer.
Conditional Type 3 : Syaratnya tidak mungkin terpenuhi karena terjadi di
masa lampau sehingga peristiwanya tidak mungkin terjadi. Kalimat ini digunakan
untuk membicarakan harapan yang tidak terwujud di masa lalu.
1. When NPR spoke with
study co-author Walter Willett, he said he is not sure how coffee is linked to
certain health benefits.
2. If you don’t like
coffee, don’t feel you have to start drinking it to be healthy
Sabtu, 15 April 2017
SOFTSKILL T2
NAMA :
Moza Nugra Tira
NPM :
26214845
KELAS :
3EB36
A. CAN – COULD – BE ABLE TO
· Can biasanya digunakan untuk mengungkapkan
bahwa sesuatu itu mungkin terjadi karena adanya kondisi-kondisi tertentu.
Contoh:
1. I can play badminton.
2. I can speak Italian. I’ve taken Italian class for two years
· Could digunakan untuk menyampaikan kemampuan di masa lalu.
1. I can play badminton.
2. I can speak Italian. I’ve taken Italian class for two years
· Could digunakan untuk menyampaikan kemampuan di masa lalu.
Contoh:
1. I could play football when I was 25 years old. Now, I can’t.
2. We could visit the zoo tomorrow.
1. I could play football when I was 25 years old. Now, I can’t.
2. We could visit the zoo tomorrow.
· be able to sama dengan can. Namun, be able to
lebih seriing digunakan bersama dengan kata-kata kerja bantu yang lain.
Contoh:
1. I was able to do the test yesterday.
2. Waty is able to cycle 20 miles without stop.
· Tingkatan
1. I was able to do the test yesterday.
2. Waty is able to cycle 20 miles without stop.
· Tingkatan
Antara can dan be able to lebih tinggi can
B.
SHALL – SHOULD – OUGHT TO
· SHALL digunakan untuk berbicara tentang
sesuatu yang pasti akan terjadi dalam bentuk janji/keputusan.
Contoh:
1. I shall be leaving as soon as I am ready.
2. Of course he shall have water.
· SHOULD, mengungkapkan kewajiban, tapi tingkatannya lebih lunak dari must dan have to dan kita masih mempunyai pilihan. SHOULD biasa digunakan untuk mengungkapkan kewajiban moral bahwa sesuatu itu baik bagi diri sendiri dan orang lain.
1. I shall be leaving as soon as I am ready.
2. Of course he shall have water.
· SHOULD, mengungkapkan kewajiban, tapi tingkatannya lebih lunak dari must dan have to dan kita masih mempunyai pilihan. SHOULD biasa digunakan untuk mengungkapkan kewajiban moral bahwa sesuatu itu baik bagi diri sendiri dan orang lain.
Contoh :
1. Tias should go to the Tanggamus – Lampung next holiday
2. We should celebrate our daughter’s birthday party on next Saturday night
· OUGHT TO, menyatakan kewajiban yang sifatnya lebih keras dari SHOULD dan merasa berhutang untuk berbuat sesuatu.
1. Tias should go to the Tanggamus – Lampung next holiday
2. We should celebrate our daughter’s birthday party on next Saturday night
· OUGHT TO, menyatakan kewajiban yang sifatnya lebih keras dari SHOULD dan merasa berhutang untuk berbuat sesuatu.
Contoh :
1. I ought to visit my parents more often.
2. Iskadina ought to study more
· Tingkatan
1. I ought to visit my parents more often.
2. Iskadina ought to study more
· Tingkatan
Tingkatan
antara shall dan ought to lebih tinggi shall
C. MAY – MIGHT
· MAY,
untuk situasi resmi, tetapi juga bisa untuk situasi tidak resmi.
Contoh :
1. You may come here if you want.
2. They may arrive here at 7 pm today
· MIGHT digunakan untuk sebuah anjuran yang dilakukan dengan sangat sopan.
1. You may come here if you want.
2. They may arrive here at 7 pm today
· MIGHT digunakan untuk sebuah anjuran yang dilakukan dengan sangat sopan.
Contoh :
1. You might like to comment her statement.
2. I think it might be a good idea to stop here.
1. You might like to comment her statement.
2. I think it might be a good idea to stop here.
D.
WILL – WOULD
·
WILL digunakan utuk berbicara tentang sesuatu
yang pasti terjadi di masa yang akan datang.
Contoh:
1. They will see everything.
2. The price of food will go up.
1. They will see everything.
2. The price of food will go up.
·
WOULD digunakan
untuk menunjukkan pengulangan di masa lalu.
Contoh
:
1. If Mendi were a doctor, she would be a dentist. Conditional
2. Everybody knew that Raharjo would be successful in his career
1. If Mendi were a doctor, she would be a dentist. Conditional
2. Everybody knew that Raharjo would be successful in his career
E.
MUST – HAVE TO
·
MUST, menyatakan
keharusan/kewajiban.
Contoh :
1. You must pay the bil
2. She must drink because the weather is very hot
1. You must pay the bil
2. She must drink because the weather is very hot
·
HAVE TO, mengungkapkan
kewajiban atau kita merasa wajib melakukan sesuatu karena kita merasa perlu.
Contoh :
1. You have to study hard, if you want to pass
2. You have to take a bath at least once a day
1. You have to study hard, if you want to pass
2. You have to take a bath at least once a day
·
Tingkatan
Antara must
dan have to lebih tinggi must
Minggu, 12 Maret 2017
SOFSTKILL T1
·
EQUAL COMPARISONS
(+) Kendall
Jenner is as beautifull as Kylie Jenner
(+) My brother is as
naughty as they
(-) Kylie Jenner poses not as perfectly as Kendall Jenner
·
UNEQUAL COMPARISONS
(+) Today
is hotter than yesterday
(+) Your idea is more interesting than mine
(-) This sofa is not
more
comfortable than the other one
·
DOUBLE
COMPARATIVES
v The higher the mountain, the more difficult it
is to climb
v The more you
know, the more you know
you don’t know
v The less your
brain you use, the poorer it
performs
·
SUPERLATIVES
(+) He is
the most dilligent student in my class
(+) My brother
is the fattest in our family
(-) I am not the youngest of
all the students
Langganan:
Postingan (Atom)